berbagi informasi tentang Public Service. sementara fokus pada Pelayanan publik di Kota Semarang

Showing posts with label IT. Show all posts

Lima puluh empat persen responden yang mengikuti survei Ponemon Institute mengakui bahwa mereka telah kehilangan informasi rahasianya. Dari ...



Lima puluh empat persen responden yang mengikuti survei Ponemon Institute mengakui bahwa mereka telah kehilangan informasi rahasianya.

Dari jumlah tersebut, sebagian bahkan merasa adanya pelanggaran terhadap kebijakan kerahasiaan perusahaan karena media sosial. Setidaknya sebanyak 52% responden telah melihat adanya peningkatan seranganmalware melalui media sosial .

Tak heran memang jika media sosial dijadikan lahan subur, mengingat banyak settingpengamanan yang lemah kerap dijumpai di sana.

Penjahat maya biasanya mengecek profil kita, posting, dan update status untuk menyerang korbannya. Beberapa penjahat dunia maya bahkan lebih suka menggunakan situs jejaring sosial populer untuk menjalankan penipuan, termasuk cross-site scripting, clickjacking, dan pencurian identitas.

Salah satu trik yang kerap digunakan penjahat cyber untuk menangkap korbannya adalah dengan cara memperpendek URL. Korban yang kurang teliti tentu akan langsung mengeklik link tersebut tanpa menelusuri lebih dahulu kebenarannya.

Untuk menghindari hal tersebut, berikut ini beberapa tips dari Symantec yang dapat digunakan para pengguna jejaring sosial.
Atur setting privasi seketat mungkin.

Mengatur pilihan privasi pada tingkat tertinggi. Jangan menambahkan orang yang tidak anda kenal ke daftar teman.

Pilih password yang kuat dan menjaga mereka aman. Pilih password yang tidak mudah ditebak.Jangan menggunakan password yang sama untuk setiap layanan online. Ubah password secara teratur, setidaknya setiap 90 hari.

Tetap meng-update browser dan sistem operasi. Gunakan perangkat lunak keamanan, seperti NortonInternet Security 2012 atau Norton 360 V6.0 untuk melindungi diri dari pencurian identitas,memberikan pengalaman browsing lebih aman dan serangan virus. Selain itu, anda juga dapat menggunakan perangkat gratis dari Norton yaitu Norton Safe Web untuk Facebook yang memindaidinding user untuk semua link HTML dan memberitahu user jika ada link berbahaya.

Hati-hati ketika mengeklik link dari pengirim yang tidak dikenal. Selain itu, ketika mengklik kewebsite, terbiasalah untuk selalu melihat apa yang muncul pada baris alamat website tersebut.

Nah, jika di dunia nyata Anda memilih mengunci pintu dan jendela rumah agar aman, demikian halnya dengan dunia maya. Jadi, berpikirlah sebelum Anda klik link tak dikenal.

Sumber : infokomputer.com

Open Source merupakan istilah yang merujuk kepada program komputer (software) dengan kode sumber (source code)yang sengaja dibuka oleh Penci...

Open Source merupakan istilah yang merujuk kepada program komputer (software) dengan kode sumber (source code)yang sengaja dibuka oleh Pencipta/Pemilik Hak Cipta untuk dikembangkan lebih lanjut. Pemanfaatan secara terbuka ini berarti publik dapat mengakses source code tersebut dan melakukan modifikasi, perubahan, atau pengayaan secara bebas, serta umumnya dapat diperoleh secara gratis. Program komputer Open Source yang gratis, tidak memiliki support dari Pencipta/pemiliknya, seperti layaknya program komputerproprietary (software berbayar). Namun, ada pula sejumlah pengembangan Open Source, seperti SUSE Linux, Redhat, ataupun BSD (Barkeley Software Distribution) yang memberikan lisensinya secara komersial (dengan biaya tertentu).


Contoh lain seperti STAR Office yang menyerupai Microsoft Office dapat diperoleh secara gratis. Source code-nya terbuka untuk dikembangkan secara bebas. Adapun pengembangan selanjutnya, source code dapat ditutup kembali menjadiproprietary si pengembang (software developer). Hal ini dalam praktiknya terjadi dan bergantung pada si Pencipta/Pengembang software yang bersangkutan. Tentunya, jenis ini menyediakan support seperti halnya software berbayar pada umumnya. Pengembangan Open Source yang menjadi proprietary tersebut diperkenankan, tentu saja dengan merujuk kesepakatan atau bentuk lisensi yang diberikan.


Ditinjau dari perlindungan hukumnya, program komputer termasuk salah satu jenis hasil olah pikir intelektual yang menjadi objek perlindungan Hak Cipta (videPasal 12 ayat [1] butir a UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta/”UUHC”). Sementara itu, UUHC memberikan perlindungan kepada semua jenis Program Komputer yang didefinisikan pada Pasal 1 angka 8, sebagai berikut:
Program komputer adalah sekumpulan instruksi yang diwujudkan dalam bentuk bahasa, kode, skema, ataupun bentuk lain, yang apabila digabungkan dengan media yang dapat dibaca dengan komputer akan mampu membuat komputer bekerja untuk melakukan fungsi-fungsi khusus atau untuk mencapai hasil yang khusus termasuk persiapan dalam merancang instruksi-instruksi tersebut.
Pencipta dari Program Komputer memiliki hak-hak eksklusif yang dilindungi oleh undang-undang, sebagaimana diatur pada Pasal 2 ayat (1) UUHC:

Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau mamperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Oleh karenanya, penggunaan Program Komputer (software) yang diperkenankan oleh UU harus memperoleh izin dalam bentuk lisensi dari Pencipta/Pemilik Hak Cipta.


Umumnya pemberian izin tersebut tercantum dalam perjanjian/lisensi yang melekat pada software bersangkutan sebelum diunduh. Izin penggunaan, juga termasuk perbanyakan dalam bentuk back up copy yang hanya dilakukan sekali (vide Penjelasan Pasal 72 ayat [3] UUHC). Berbeda dengan bentuk-bentuk komersialisasi software berbayar (proprietary), bentuk izin dari Open Sourceadalah berupa General Public Lisence. Lisensi Publik ini umumnya memberikan izin penggunaan, modifikasi, perbanyakan dan pendistribusian. Dengan demikian, pemanfaatan dari Software Open Source tidak melanggar ketentuan undang-undang karena telah memperoleh izin dari Pemiliknya, merujuk pada jenis Lisensi Publik yang diberikan. Pencipta memiliki eksklusifitas dalam pemberian izin. Izin Pencipta memegang peranan penting dalam Hak Cipta.


Adapun hal yang patut diperhatikan di samping izin dalam pemanfaatan secara ekonomi, UUHC memberikan pula perlindungan Hak Moral pada Hak Cipta (videPasal 24 UUHC). Pengunduhan Open Source selayaknya memperhatikan pula hak yang satu ini, yaitu menyangkut pencantuman nama (paternity right) dan distorsi/modifikasi terhadap ciptaan (integrity right).


Pengembangan Open Source yang sebagian platform-nya masih dikontrol olehproprietary harus lebih berhati-hati terhadap ihwal distorsi ini, karena akan berpotensi menimbulkan konflik, bahkan sampai ke ranah economic rights. Seperti dalam kasus Android yang menggunakan Open Source Java yang dimiliki oleh ORACLE (akibat akuisisi terhadap Sun Microsystem), pengembangan program yang sesuai dengan Java APIs merupakan kontrol dari proprietary dan menjadi pangkal permasalahannya. Kasus ini bilamana nantinya diputuskan, akan menjadi preseden yang menarik bagi pengembang program komputer dalam penggunaan Open Source secara berhati-hati (lihat http://www.computerworlduk.com/news/it-business/3351256/oracle-and-google-in-court-today-over-java-use-in-android/ ).

Sumber : hukumonline.com

Konsol game berbasis sistem operasi Android, Ouya, tampaknya selangkah lagi menjadi kenyataan. Dukungan untuk perangkat itu di Kickstarter s...

Konsol game berbasis sistem operasi Android, Ouya, tampaknya selangkah lagi menjadi kenyataan. Dukungan untuk perangkat itu di Kickstarter sudah jauh melampaui target awal.

Ouya telah meraup sumbangan hingga 3,7 juta dollar AS (sekitar Rp 35 miliar) melalui layanan crowdfunding Kickstarter. Ini melampaui target semula 950.000 dollar AS (sekitar Rp 8,9 miliar).

Seperti bisa dilihat di halaman Kickstarter mereka, hingga tanggal 12 Juli pukul 14.15 WIB sudah mengumpulkan 3.745.515 dollar dari 29.359 pendukungnya.

Padahal, masa untuk mengumpulkan sumbangan masih terbuka lebar yakni 27 hari lagi menjelang dana cair pada 9 Agustus mendatang. Satu hal yang mengagumkan, permohonan crowdfunding sebanyak 950.000 dollar langsung tercapai delapan jam sejak diunggah 9 Juli.

Apakah Ouya itu?

Konsol yang dilafalkan seperti "Ow Yeah" menurut Julie Uhrman, orang di belakang ide besar ini, adalah penggabungan antara tren mobile gaming dengan bermain game di depan TV.

Melihat tren saat ini, sistem operasi open source Android pun menjadi jawabannya. Harga yang bakal dipatok bila nanti diluncurkan adalah 99 dollar.

 

Berdasarkan pemaparannya di halaman Kickstarter, Uhrman mengungkapkan bahwa tren bermain game saat ini kebanyakan dimainkan di gadget yang ada di tangan.

Tren mobile gaming meningkat karena lebih mudah dilakukan ketimbang game untuk konsol yang membutuhkan sumber daya dan pendanaan yang jauh lebih besar.

Namun di sisi lain, Uhrman menginginkan agar pemain mobile game itu tetap bisa merasakan pengalaman yang lebih sewaktu bermain di depan layar televisi di rumah masing-masing.

Untuk menjembatani dua hal tersebut, proyek Ouya pun digagas yakni konsol dengan sistem operasi Android yang bisa memainkan game Android di layar televisi ukuran besar.

Dengan demikian, Ouya diharapkan menjadi kanal baru pengembangan game mobile bagi platform Android. Pemain bisa menikmati game unggulan Android di layar TV seperti Canabalt, Shadowgun, atau Dead Trigger.

Spesifikasi Ouya

Spesifikasi sementara yang dirilis, Ouya bakal memiliki prosesor Tegra3 Quad Core, RAM 1 gigabit, 8 Gb Internal flash storage, koneksi HDMI dengan resolusi 1080p, WiFi 802.11 b/g/n, Bluetooth LE 4.0, satu lubang colokan USB 2.0, kontroler nirkabel, dengan sistem operasi Android 4.0.

Tidak sekadar mencomot game Android untuk dimainkan ke televisi, Ouya nantinya juga membuka peluang bagi modder untuk mengutak-atik konsol mereka.

Seperti halnya sistem operasi di smartphone, Ouya juga terbuka untuk di-root bahkan modifikasi fisik untuk dipasangi alat lain melalui USB atau koneksi Bluetooth.

Beberapa rekomendasi dari pengembang game indie pun tercantum dalam halaman Kickstarter milik Ouya. Sebut saja Adam Saltsman, pembuat game Canabalt, yang mengaku bersemangat dengan ide pembuatan konsol yang terjangkau dan open source.

Begitu pula pengembang game Minecraft, Mojang, yang bakal memantau perkembangan Ouya dan siap bergabung bila melihat peluang yang muncul untuk turut berkecimpung.

Sumber : kompas.com

Jagat maya Indonesia masih diramaikan oleh malware-malware lama. Varian pertama seperti WIN32/Ramnit.A, LNK/Autostart.A, Win32/Somoto.A juga...

Jagat maya Indonesia masih diramaikan oleh malware-malware lama. Varian pertama seperti WIN32/Ramnit.A, LNK/Autostart.A, Win32/Somoto.A juga terdeteksi masih bertahan menginfeksi korban-korbannya.

Sementara itu, malware lainnya merupakan varian saja dari malware tersebut seperti Win32/Ramnit.F, Win32/Ramnit.H, yang sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Sedangkan malware-malware yang benar-benar baru, seperti Medre.A yang hanya mengambil file berekstensi “.dwg” yaitu file gambar belum terdeteksi di Indonesia.

ESET ThreatSense Lab mencatat ACAD/Medre.A berpotensi mengakibatkan kerugian tidak hanya kehilangan data, tetapi juga reputasi seseorang sebagai desainer, arsitek, drafter, selain itu juga ancaman terhadap hak atas kekayaan intelektual (HAKI) pada aspek kepemilikan hak cipta dari sebuah desain.

Oleh sebab itu, sebelum menjadi masalah besar, sangat disarankan bagi pengguna AutoCAD di Indonesia untuk melengkapi sistem komputernya dengan aplikasi keamanan yang mampu mengenali signature atau keunikan dari malware ACAD/Medre.A.

Berikut ini adalah 10 malware teratas yang terdeteksi di jagat maya Indonesia selama bulan Juni 2012.

1. WIN32/Ramnit.A

Virus ini terkenal bandel dan cukup lama membuat pengguna internet terganggu. Ada cukup banyak laporan komputer yang terjangkit Ramnit masuk ke technical support ESET Indonesia. Setelah mengalami penurunan di bulan-bulan sebelumnya, Ramnit kembali bertengger di puncak sejak Mei lalu. Virus berjenis trojan ini relatif sulit disingkirkan. Tips dari Technical Support ESET Indonesia adalah rajin melakukan update scan via safe mode, atau gunakan sysrescue.

2. LNK/Autostart.A

LNK/Autostart.A adalah nama lain Win32/CplLnk.A, yaitu threat yang dibuat secara khusus, atau malware shortcut yang memanfaatkan kerentanaan, yang belakangan ini juga dimanfaatkan oleh varian-varian dari Win32/Stuxnet. Ketika seseorang membuka sebuah folder yang berisi malware shortcut dengan menggunakan aplikasi yang menampilkan shortcut icon, maka malware tersebut akan aktif secara otomatis.Malware berkategori worm ini sempat menghebohkan, setelah kembali aktif selama beberapa hari dan terdeteksi di Amerika Serikat dan Iran. Dampak serangan worm in meluas di beberapa negara besar yaitu 58 persen di Amerika serikat, 30 persen di Iran, 4 persen lebih di Rusia.

3. Win32/Ramnit.F

Malware berjenis trojan ini mampu meng-copy dirinya dalam hard drive komputer yang terinfeksi. Virus ini biasanya bersembunyi di dalam aplikasi office atau game. Dengan kemampuannya membuka firewall dan menyamar menjadi program fake untuk mengumpulkan data penting seperti data transaksi, data keuangan sehingga sangat dianjurkan untuk segera menghapus jika ditemukan adanya indikasi virus Win32/Ramnit.F. Hal ini untuk menghindari gangguan kinerja komputer dan merusak data yang tersimpan di dalamnya.

4. HTML/frame.B.Gen

Adalah sejenis trojan yang berbahaya, dan mampu membajak komputer berbasis Windows lalu meng-install backdoor di komputer tersebut.Html/Iframe.B.Gen mampu mematikan software antivirus, sekaligus memonitor aktivitas browsing user, bahkan menghapus registry entries. Kehadiran malware yang diidentifikasi ESET sebagai HTML/Iframe.B.Gen juga bisa mengakibatkan sistem operasi pada komputer tidak mampu bekerja sama sekali sehingga sangat membahayakan keamanan semua data yang tersimpan di dalam komputer. Sangat dianjurkan untuk memeriksa semua sistem dan segera hapus malware tersebut jika ditemukan indikasi kehadirannya di komputer.

5. Win32/Sality.NBA

Win32.Sality.NBA adalah salah satu program jahat ilegal yang ada pada Windows. Program tersebut mampu mengambil alih resources system dan memperlambat kinerja komputer. Beberapa program sejenis seringkali muncul dalam bentuk pesan-pesan maupun banner iklan sehingga mengganggu proses kerja. Sementara itu, malware juga merusak data yang tersimpan di dalam komputer.

6. Win32/Somoto.A

Sebuah program komputer dalam bentuk adware yang berbahaya. Modusnya tampil sebagai iklan, pengguna yang tidak waspada akan mengklik dan seketika itu juga malware Win32/Somoto.A akan meng-install malware di dalam komputer korban. Setelah berada di dalam, Somoto.A selalu memunculkan pop-up banner. Malware ini akan selalu terintegrasi dengan bugs komputer lain seperti keylogger, backdoors, dll. Pekerjaan utama dari malware ini sebenarnya adalah merekam semua aktivitas online korban dan mengirimkan data penting korban ke komputer lain tanpa diketahui oleh si korban. Jika menjumpai indikasi kehadiran Win32/Somoto.A, segera saja delete.

7. Win32/Ramnit.H

Malware yang memanfaatkan security flaws agar hacker pengendalinya bisa masuk dan mengambil alih komputer yang menjadi target melalui koneksi jaringan. Ramnit.H adalah malware berjenis trojan, dimana setelah berada di dalam komputer, ia akan mengirimkan file-file berbahaya, dan melakukan aktivitas tertentu, yang berdampak pada mandeknya kinerja komputer hanya dengan menambahkan entri file ke sistem registry dan sistem operasi.

Ramnit.H juga mampu memonitor aktivitas online korban, kemudian mencuri data-data keuangan seperti data kartu kredit, password, user name. Malware yang diidentifikasi ESET sebagai Win32/Ramnit.H ini juga mampu mematikan sistem keamanan. Pastikan komputer kita bersih, dan jika ditemukan adanya indikasi Ramnit.H ini, langsung hapus saja.

8. Win32/Virut.NBP

Win32/Virut.NBP adalah polymorphic file infector, yang terhubung dengan jaringan IRC dan dapat dikontrol secara remote.

Malware tersebut menyerang Executable file. Oleh sebab itu saat ter-install, Win32/Virut.NBP akan langsung mencari executables file yang memiliki ekstensi .exe dan .scr.

Operasi yang dilakukan setelah ter-install adalah mengirimakan data dan perintah dari remote computer atau dari Internet. Selanjutnya remote computer akan berkomunikasi dengan server yang menggunakan protocol IRC, yaitu irc.zief.pl dan proxim.ircgalaxy.pl.

9. INF/Autorun.gen

Deteksi terhadap INF/Autorun.Gen digunakan untuk menguraikan serangkaian malware yang menggunakan file autorun sebagai cara untuk mengkonfirmasi PC target yang berhasil diserang.

File tersebut berisikan informasi program yang dikembangkan untuk mampu melakukan run secara saat perangkat bergerak (misal USB flash Disk dan perangkat lain yang sejenis diakses oleh user yang menggunakan PC berbasis Windows.

Perangkat sistem keamanan ESET mengenali malware INF/Autorun yang telah ter-install dan memodifikasi file autorun.inf, advance heuristic pada sistem keamanan ESET juga mengidentifikasi INF/Autorun sebagai salah satu dari keluarga besar malware.

10. LNK/Exploit.CVE-2010-2568

LNK/Exploit.CVE-2010-2568 adalah hasil deteksi generik untuk malware shortcut filesyang dirancang khusus sehingga mampu masuk melalui celah pada Windows. Celah CVE-2010-2568 adalah yang umum dimasuki oleh Trojan dan biasanya menjadi satu bagian dari malware lain yang ikut masuk melalui celah Windows tersebut.

Meski update Windows telah dilakukan untuk menambal celah CVE-2010-2568, upaya untuk memanfaatkan celah tersebut masih tetap berjalan dengan cara menjadi bagian dari bots maupun bagian dari keluarga malware lainnya dengan modus menjadi vektor infeksi.

“Ramnit, dan Sality adalah jenis malware yang relatif banyak menginfeksi komputer di Indonesia dan cukup sulit untuk di-remove, setidaknya laporan itulah yang cukup banyak masuk di media sosial ESET Indonesia, oleh sebab itu jangan anggap remeh, meskipun keduanya dari generasi lama, tetapi keduanya cukup merepotkan. Aplikasi keamanan di komputer juga jangan sampai out of date, karena sekali kita kena, maka akan perlu banyak effort untuk menangani masalah malware tersebut,” ujar Yudhi Kukuh (Technical Consultant PT. Prosperita-ESET Indonesia).

Sumber : infokomputer.com

Android Market milik Google bukanlah satu-satunya tempat untuk mendapatkan aplikasi Android. Jika Anda ingin mendapatkan aplikasi menggunaka...



Android Market milik Google bukanlah satu-satunya tempat untuk mendapatkan aplikasi Android. Jika Anda ingin mendapatkan aplikasi menggunakan cara lain melalui penyedia aplikasi Android, bisa mencoba mencari alternatif dengan menggunakan App Store dari pihak lain.

Namun perlu diingat, secara default, Android akan memblokir instalasi aplikasi selain melalui Android Market. Jika ingin menggunakannya, Anda bisa mengaktifkan tanda centang pada pilihan "Unknown Sources" melalui Settings > Applications.

Berikut kami sertakan 5 situs penyedia aplikasi Android alternatif yang cukup menarik dan lengkap.

1. Amazon Appstore for Android 


Amazon Appstore yang dirilis pada bulan Maret 2011 merupakan penyedia aplikasi Android terpopuler setelah Android Market.

Hal ini bisa jadi karena situs penyedia aplikasi Android ini secara default digunakan pada perangkat Kindle Fire. Yang menarik, Amazon App Store setiap harinya memberikan aplikasi berbayar secara gratis kepada pengguna dalam waktu setiap 24 jam.

Hanya saja kelemahan terbesar situs ini adalah layanannya yang hanya bisa digunakan oleh pengguna yang berdomisili di wilayah tertentu saja. Selain Amerika Serikat, pengguna di negara seperti India, Australia, serta beberapa negara di Eropa bisa memanfaatkan layanan tersebut.

2. GetJar


Tidak seperti Amazon yang menyediakan aplikasi berbayar yang digratiskan secara terbatas, GetJar memberikan promosi berupa aplikasi berbayar yang bisa diunduh dan digunakan secara gratis tanpa batasan waktu. Fasilitas dengan nama ‘Gold Apps’ ini ditawarkan setiap minggunya dengan pilihan aplikasi yang beragam dari berbagai kategori.

Asyiknya, layanan GetJar bisa digunakan dari pengguna di seluruh dunia sehingga Anda bisa memanfaatkan segala layanan yang ada secara gratis dan bebas. GetJar juga menyediakan aplikasi selain untuk Android, di antaranya bagi pengguna Blackberry, Nokia, Samsung, LG, hingga Palm dengan masing-masing sistem operasinya.

3. AppBrain 


AppBrain menawarkan pendekatan yang agak berbeda dengan App Store kebanyakan. Selain menyediakan aplikasi Android, AppBrain juga menyediakan fasilitas pertemanan layaknya situs jejaring sosial.

Dengan fitur-fitur sosial, Anda bisa menjalin pertemanan dengan pengguna lain dan bisa mendapatkan rekomendasi dari mereka mengenai aplikasi yang ada. Pengguna juga bisa melakukan sharing aplikasi melalui jejaring sosial dan menginstal aplikasi melalui PC.

AppBrain menampilkan aplikasi berbayar maupun gratis yang disusun berdasarkan kategori. Selain itu, aplikasi juga ditampilkan berdasarkan pilihan rekomendasi dari pengguna lain. Anda juga akan mendapati aplikasi berdasarkan Hot apps Today, Hot Apps This Week, Hot Apps Today Paid dan All Time Popular Apps.

4. SlideME 


Meski aplikasi yang ditawarkan tidak selengkap Android Market milik Google, SlideME memiliki beberapa kelebihan yang tidak terdapat pada App Store lainnya, di antaranya dengan menawarkan fitur Storage Locker.

Fitur ini berguna bagi pengguna yang telah membeli aplikasi melalui market dan hendak mengunduh ulang atau melakukan upgrade di saat aplikasi tersebut hilang, terhapus, atau telah direset. Untuk menggunakannya, pengguna mesti mengunduh dahulu aplikasi SlideME Market App (SAM) melalui browser di
http://slideme.org/sam.apk. Selanjutnya, tinggal lakukan instalasi dan jalankan SAM.

SlideME juga banyak ditemukan secara default pada tablet maupun smartphone Android dari merek yang kurang populer (contohnya merek Cina atau lokal) sebagai alternatif Android Market.

5. Opera Mobile Store 


Browser Opera Mobile terbaru telah menyediakan tautan untuk mengakses aplikasi berbasis Android. Tautan ini secara default telah terdapat pada Speed Dial Opera dengan nama Opera Mobile Store. Di sini disediakan pilihan aplikasi Android berdasarkan 3 kategori saja: Populer, Baru, dan Gratis. Sedangkan, jika Anda mengaksesnya melalui browser desktop, tampilannya lebih lengkap dengan pilihan kategori layaknya App Store lain.

Dilengkapi dengan lebih dari 55.000 aplikasi, Opera Mobile Store dibangun dan diluncurkan melalui kerjasama strategis dengan Appia, penyedia teknologi aplikasi marketplace yang terdepan. Selain Android, disediakan pula aplikasi untuk sistem operasi mobile lain seperti Windows Mobile, Java, Symbian, Blackberry, dan iPhone.

***
Selain 5 penyedia layanan aplikasi Android tersebut, masih banyak situs lain yang tidak kalah menarik. Beberapa di antaranya:

- Pdassi for Android (http://android.pdassi.com/)
- Samsung Apps (http://www.samsungapps.com/)
- APKtor (http://www.androlib.com/)
- AppPlanet (http://applanet.net/)
- YAMM Market (http://yaam.mobi/)
- Famigo (http://www.famigo.com/)

Sumber : infokomputer.com
- F-Droid (http://f-droid.org/)

Demokratisasi yang dialami oleh bangsa Indonesia pascareformasi 1998 menimbulkan berbagai perubahan mendasar dan menentukan. Dalam hal ke...

Demokratisasi yang dialami oleh bangsa Indonesia pascareformasi 1998 menimbulkan berbagai perubahan mendasar dan menentukan. Dalam hal kebebasan berekspresi dan berpendapat, media yang selama Orde Baru dikungkung dalam berbagai format aturan dan kontrol penuh dari aparatus negara, kini memasuki era kebebasan pers.

Peringatan Hari Pers Nasional 2012 bagaimanapun merupakan bentuk perayaan dan rasa syukur terhadap anugerah kebebasan pers itu. Sungguh pun dalam beberapa hal kebebasan pers dikatakan belum sepenuhnya terwujud, namun pada praktiknya media kemudian menjelma dari institusi yang dibatasi dan cenderung menjadi corong pemerintah, menjadi institusi yang relatif mandiri dan bebas.

Saat ini tak bisa disangkal lagi pertumbuhannya yang pesat dan beragam membuat media menisbatkan diri menjadi salah satu kekuatan sosial, ekonomi, bahkan politik. Pada kenyataannya pula, keberadaan media ini dapat diibaratkan sebagai pedang yang bermata dua.

Kontrol Media

Tentu saja kita semua setuju kalau media tidak lagi dikontrol kuasa pemerintah yang cenderung hegemonik, manipulatif, dan hanya menginginkan berita yang baik guna mempertahankan legitimasi dan kekuasaan yang sudah diperolehnya. Namun, seiring kebebasan yang diperoleh oleh media sejak reformasi hingga sekarang ini, ternyata fungsi dasar media belum sepenuhnya dijalankan.

Banyak pihak yang bilang kebebasan pers sudah bergeser menjadi kebablasan pers. Beberapa media juga disinyalir cenderung mengejar profit belaka. Misalnya saja, dalam konteks dunia penyiaran, kita masih mudah menemui produk-produk siaran media yangtidak layak tonton. Pilihan sadar atas era kebebasan pers di era re formasi lebih menitikberatkan pada sistem kontrol di internal media itu sendiri.

Setiap media harus memiliki mekanisme sensor mandiri sebagai bentuk bersandingnya kebebasan dan tanggung jawab pers. Kebe bas an bertanggung jawab yang di garansikan kepada media ada lah efek dari dikekangnya media selama kurang lebih 30 tahun. Media yang nyaris tidak mempunyai kekuatan selama era otoriter tersebut kemudian mendapatkan kembali rohnya yang indigenous.

Kembalinya roh media sebagai satu kekuatan sosial, politik, dan ekonomi yang menentukan tersebut akan berbahaya bila tidak dilakukan upaya penyeimbangan dalam bentuk kontrol. Dari mana? Pertama-tama dari dalam media itu sendiri, kemudian dari masya rakat, juga lembaga berwenang yang mewakili publik.

KPI sebagai lembaga yang mewakili kepentingan masyarakat akan dunia penyiaran berada pada posisi ini. Namun, KPI tidak memiliki kewenangan kontrol dalam arti melakukan sensor dan penghakiman terhadap program sebelum disiarkan.

Catatan pentingnya, kontrol tidak bermaksud membungkam ke bebasan pers, tetapi menyeimbangkan kebebasan itu dengan tanggung jawab dalam satu kesa tuan yang solid. Karena kebebasan yang tidak disertai tanggung jawab tinggi, akan berpotensi men jadi kebablasan.

Dalam dunia penyiaran, khu sus nya televisi, praktik penyiaran sesuai nuansa demokratis dan undang-undang yang baru telah menjamin dan mengatur kebebas an media untuk tumbuh dan hi dup merdeka. Perizinan tidak fair di zaman dulu yang merupa kan alat kontrol ampuh oleh penguasa untuk membungkam daya kritis media kini tidak lagi ber laku.

Siaran yang dipancarkan oleh media kini le bih variatif, kritis, dan bebas me nyuarakan apa pun yang terjadi tanpa takut akan cekal, la rang an, hingga pembre del an. Dari sini lah self control me dia dalam menyeleksi, menge dit, hingga menyiarkan berita yang layak dan pantas disiarkan menjadi penting dan harus menja di nilai, karakter, dan budaya kor porat di media penyiaran kita.

Dengan adanya nilai-nilai yang dipegang erat tersebut itu, profesionalitas media menjadi barome ter penting media dalam men ja lan kan fungsinya. Rumusan nilai-nilai itu telah terangkum da lam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI yang menjadi acuan bagi media penyiaran untuk melakukan sensor mandiri.
Hal itu sangatlah mungkin bila mau dilakukan. Sangat bergantung pada kedewasaan dan kematangan serta profesionalitas awak media. Contoh yang paling konkret, saat terjadi bencana tsu nami Jepang, kita tidak menyaksikan media di sana menampilkan sosok mayat korban yang menge nas kan. Padahal, korban me ning gal dan hilang dalam peristiwa itu mendekati 30 ribu orang.

Jadi, media saat ini tidak lagi diawasi secara ketat dan dikung kung dalam berbagai aturan yang mengerangkeng kebebasan. Di era sekarang, media adalah institusi yang bebas dan aman dari kontrol dan ancaman negara, namun selayaknya mempunyai kemampuan self control yang selaras dan searah dengan kebebasannya.

Dengan demikian, produk siaran yang ditampilkan oleh lembaga penyiaran pun secara sadar sudah diseleksi oleh internal media sebelum dilempar ke khalayak.

Program siaran dan mata acara apa pun yang disiarkan oleh media adalah produk yang sudah dianggap lolos dan sudah sesuai dengan kaidah undang-undang yang berlaku, serta cocok dengan standar konsumsi khalayak.

Bila self control ini berjalan baik, rating yang selama ini menjadi tuhan bagi industri media, kemudian tidak lagi menjadi sesuatu hal yang utama dan menjadi nomor satu untuk dikejar sehingga meniadakan fungsi media yang lain, yang sebetulnya lebih pen ting. Fungsi-fungsi media yang lebih urgen, yaitu fungsi mendidik, mencerdaskan, sebagai pemberi informasi, dan seabreg fungsi mulia media yang lainnya kemudian tidak lagi dinomorduakan.

Rating —yang merupakan sesuatu yang lumrah dan bernilai ekonomis untuk dikejar oleh para pelaku industri media— harus seimbang dengan konten dari siaran itu sendiri. Konten yang ada dalam setiap program yang disiarkan oleh media di samping tetap mengandung nilai rating yang tinggi, juga memenuhi kaidah aturan yang berlaku harus juga bercita rasa publik alias disukai.
Sesungguhnya, kunci sukses media penyiaran tidak hanya jorjoran mengejar rating belaka, tetapi juga didukung daya kreatif yang tinggi serta kemampuan membaca selera khalayak.

Bebas plus

Media di era sekarang amat berbeda dengan media di zaman yang dimanfaatkan untuk kepentingan politik kekuasaan pemerintah. Dengan aturan pendirian media yang sepihak dan bernuansa KKN, menambah karutmarutnya fungsi dan peran media waktu itu. Situasi ini didorong era reformasi dan seiring dengan tuntutan agar media bisa independen, bebas, dan bisa menjadi salah satu alat kontrol sosial yang efektif dan berdiri secara bebas.

Sungguh pun demikian, media hari ini sesungguhnya tidak bisa lepas dari kekuasaan ekonomi dan politik yang ada. Tetap saja ada relasi kuasa di antara keduanya yang saling berkelindan memengaruhi posisi dan peran media, utamanya media penyiaran televisi.

Namun, kita harus tetap terus berupaya untuk menciptakan media yang diharapkan, yaitu bisa secara penuh dan seimbang menjalankan fungsi dasar media, sekaligus menaati aturan main yang telah disepakati dan memperhatikan kepentingan terbaik pemirsa.

Media yang kemudian kita impikan adalah media yang bebas menjalankan fungsinya tanpa takut akan tekanan dan kelompok tertentu, tapi pada saat yang sama mengerti dan menyadari kalau kebebasannya bukan mutlak tanpa batas. Media bukan pula semata-mata untuk mencapai kepentingannya, apalagi sekadar mengejar keuntungan ekonomi dan bisnis semata.

Media yang diharapkan adalah media yang sadar akan fungsi dan perannya secara utuh, sekaligus menyadari dan melaksanakan tanggung jawabnya secara penuh. Sulit memang, tapi bukan sesuatu yang mustahil.

Sumber : koran republika 13 februari 2012

Baru-baru ini Microsoft mengumumkan akan memperpanjang dukungan terhadap sistem operasi mereka hingga 5 tahun kedepan. Dukungan ini berlaku ...

alt

Baru-baru ini Microsoft mengumumkan akan memperpanjang dukungan terhadap sistem operasi mereka hingga 5 tahun kedepan. Dukungan ini berlaku pada Windows Vista dan 7 semua edisi dengan menggunakan service pack terbaru.

Sebelumnya Microsot telah berkomitmen bahwa dukungan security updates maupun hotfixes hanya akan dilakukan selama lima tahun kedepan terhitung setahun setelah dirilisnya sistem operasi tersebut.

Lima tahun pertama tersebut dikenal dengan istilah Mainstream Support, sedangkan lima tahun tambahan berikutnya disebut dengan Extended Support.


Khusus pada masa Extended Support, nantinya Microsoft akan menyediakan patch keamanan bagi konsumen secara umum. Tapi layanan perbaikan hanya akan ditawarkan pada organisasi yang telah terikat kontrak dengan Microsoft.

Menurut Computerworld.com, dengan tambahan 5 tahun berikutnya, berarti Windows Vista yang tadinya akan berakhir pada 10 April 2012 ini, akan bertahan hingga 11 April 2017. Sedangkan Windows 7 juga akan diperpanjang hingga 14 Januari 2020 dari jadwal semula yaitu 13 Januari 2015.

Sedangkan untuk Windows 8 sendiri belum diberikan penjelasan secara rinci karena rilis versi finalnya pun masih beberapa bulan lagi. Namun jika mengikuti kebijakan yang sama, maka diperkirakan dukungan terhadap Windows 8 nantinya akan berakhir pada awal tahun 2023.

Sementara itu pengguna Windows XP sepertinya akan kecewa karena dukungan untuknya tetap akan dihentikan pada tahun 2014. Nantinya ketersediaan security patch maupun hotfixes dan hanya menyediakannya secara terbatas untuk pihak tertentu saja.

Sumber : infokomputer.com

Dalam sistem operasi Windows 8, Microsoft tidak hanya memajang antarmuka baru bergaya Metro. Logo anyar pun telah secara resmi mereka perken...



Dalam sistem operasi Windows 8, Microsoft tidak hanya memajang antarmuka baru bergaya Metro. Logo anyar pun telah secara resmi mereka perkenalkan lewat sebuah posting di blog resmi Windows.

Dengan warna default biru muda, logo baru ini disebut-sebut mencerminkan prinsip-prinsip desain antarmuka Metro khas Windows 8. Hal ini terlihat dari pemilihan bentuk empat kotak (tile) dengan perspektif horizontal (tilt), sesuai dengan gaya Metro yang nantinya juga bakal didominasi kotak-kotak untuk mengelompokkan menu.

Logo dan tulisan Windows 8 ini pun tampak memiliki garis-garis dan tipografi yang tegas, tidak lagi “berkibar” seperti logo Windows 3.1, XP, Vista, dan 7.

Keputusan ini dipengaruhi oleh pertanyaan yang diajukan Paula Scher (anggota tim desainer Pentagram yang merancang logo ini), “Nama Anda [sistem operasi ini] adalah Windows. Mengapa [logo Anda] tampak seperti bendera?”

Tim desain Pentagram lalu berdiskusi bersama desainer Windows dan tim pemasaran Microsoft dan berbagi mengenai filosofi desain antarmuka Metro. Mereka lalu memutuskan untuk mengembalikan logo Windows ke “akar”, seperti halnya logo Windows 1.0 saat pertama kali diciptakan tahun 1985.





“Kami ingin logo baru ini terasa modern dan klasik sekaligus dengan menggaungkan International Typographic Style (dikenal juga dengan Swiss Design) yang telah memengaruhi filosofi desain Metro,” papar Sam Moreau (Principal Director of User Experience for Windows).

“Tujuan akhir kami adalah menciptakan logo yang tampak rendah hati tapi tetap percaya diri. Warnanya pun bisa diubah untuk merefleksikan diri Anda,” pungkas Sam.

Microsoft belum mengumumkan secara pasti tanggal peluncuran Windows 8. Sejauh ini, baru tersedia versi Developer Preview yang sudah dirilis sejak September 2011. Rencananya, versi Consumer Preview/Public Beta akan dipamerkan pada ajang Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol, 29 Februari nanti.

Sumber : infokomputer.com

Akhirnya Google meluncurkan browserChrome for Android Beta. Anda sudah bisa mengunduhnya di Android Market. Hanya saja browser besutan Googl...


Akhirnya Google meluncurkan browserChrome for Android Beta. Anda sudah bisa mengunduhnya di Android Market. Hanya saja browser besutan Google tersebut sementara ini hanya untuk tablet dan smartphone yang menjalankan Android 4.0 atau Ice Cream Sandwich.


Banyak pengguna smartphone maupun tablet sekarang yang menggunakan Browser, yaitu browser bawaan Android. Di samping itu sebagian juga menggunakan browser dari pihak ketiga yaitu Dolphin dan Opera.


Chrome untuk desktop saat ini sudah terkenal dengan kecepatannya. Apakah Chrome for Android juga memiliki kelebihan itu? "Seperti pada versi desktop, Chrome for Android Beta difokuskan pada kecepatan dan kesederhanaan," kata Sundar Pichai, Google's Senior VP of Chrome and Apps.

Chrome for Android juga menggunakan engine JavaScript yang sama dengan yang digunakan pada versi desktop. Selain itu, menurut Pichai, Chrome for Android ini memiliki fitur sinkronisasi (sync) dengan Chrome yang Anda gunakan di desktop atau notebook.


Chrome for Android dikembangkan dari awal, bukan sekedar porting dari versi desktop. Sehingga, menurut Pichai, tampilannya akan serasi pada layar kecil smartphone atau layar tablet. Tab juga didesain ulang sehingga pengguna dapat beralih di antara tab dengan cara men-swipe layar, di mana setiap tab menampilkan satu website. Bookmark dan tab dapat disinkronisasi dengan Chrome desktop.


Mengenai privasi, menurut Pichai, sudah dipikirkan sejak awal. Misalnya pada Chrome for Android ada mode "penyamaran" untuk private browsing. Menunya pun mudah diakses, yaitu dengan tap Setting kemudian Privacy.


Seperti pada Chrome desktop, Chrome for Android tidak mendukung Flash Player. Untuk sementara ini, Chrome extensions juga belum didukungnya.

Sumber : infokomputer.com

Awal tahun ini bagi siapa saja yang pekerjaan maupun hobinya berhubungan dengan komputer tentu sudah menantikan Pameran komputer yang biasa ...


Awal tahun ini bagi siapa saja yang pekerjaan maupun hobinya berhubungan dengan komputer tentu sudah menantikan Pameran komputer yang biasa diselenggarakan di kota-kota besar. Dari informasi yang saya dapatkan, pada tahun ini yang akan mengawali event itu adalah Mega Bazaar Computer yang diselenggarakan Dyandra Promosindo.

Nah, untuk Kota Semarang... Mega Bazaar Computer akan diselenggarakan tanggal 2 - 6 maret 2012 bertempat di Java Mall. Untuk Yogyakarta akan diadakan mulai 3 Maret hingga 7  Maret 2012 di Jogja Expo Center. info lebih lengkap bisa kunjungi situs ini http://www.megabazaarcomputer.com/2012/index.php?kota=jakarta&go=home

Seiring dengan meningkatnya jumlah Golongan Kelas Menengah di Indonesia, maka event semacam ini selalu ramai pengunjung. Tak jarang event ini mencatatkan transaksi penjualan yang fantastis, artinya kebanyakan orang lebih suka untuk membeli Komputer dan produk IT lainnya di pameran komputer daripada membelinya di toko komputer. Bahkan karena seringnya diadakan pameran komputer dari berbagai pihak, saya dan beberapa teman  seringkali  malas untuk pergi ke toko komputer, mereka lebih memilih untuk menunggu diselenggarakannya Mega Bazaar Computer atau event lain yang sejenis.

Toko komputer yang masih dalam tahap pengembangan dan belum berani ikut Pameran menurut saya agak kesulitan untuk meraup untung dari penjualan. Kemungkinan besar mereka bertahan dengan mengandalkan keuntungan dari jasa service. Bayangkan saja, Install ulang OS untuk satu notebook saja dihargai sekitar 40-50rb, padahal dalam sehari bisa 3-5 PC yang masuk. lumayan kan..

Kembali lagi ke soal ramainya pengunjung di pameran komputer, selain banyak dijejali oleh orang-orang berduit, di sana juga biasa dipenuhi oleh orang-orang yang tak mau ketinggalan perkembangan dunia IT. Jadi meskipun tidak beli apa-apa, tidak ada salahnya anda berkunjung ke sana. biar ngga' gaptek...